Monday, October 16, 2017

tutorial konfigurasi access point tlwa 601G


Setting AP TP-Link TL-WA601G


Setting hotspot menggunakan AP TP-Link TL-WA601G
AP TP-Link merupakan salah satu jenis Access Point yang banyak digunakan untuk membangun sebuah hotspot selain merek2 lain seperti Linksys, Minitar, 3Com dll.
Dengan alas an untuk membantu para pembaca yang mungkin memerlukan pengetahuan dalam hal cara menyetting AP TP-Link maka kami menuliskannya untuk anda. Proses setting AP TP-Link dalam bacaan ini akan lebih condong kearah penyetingan sebagai titik akses untuk sebuah Hotspot.
Proses setting TP-Link WA601 yang memiliki fungsi sebagai Access Point Only ( Tidak Memiliki fungsi sebagai outer ) ini bisa dibilang cukup mudah dan sederhana sehingga anda tidak perlu repot-repot buat bayar orang. Anda pun kami yakin bisa setelah membaca tutorial ini.
AP TP-Link dalam pembahasan ini memiliki Address :192.168.1.234 jadi perangkat yang digunakan untuk menyetting nanti harus memiliki class IP yang sama.
Berikut langkah-langkahnya.
1. Sebelum Kita masuk ke TP-Link.
2. Masuk My Network Place> Properties > Local Area Network> Properties
Isi IP LAN Komputer = IP Address : 192.168.1.2
Subnet Musk : 255.255.255.0
3. OK dan Close.
4. Buka Browser Internet anda, isi Address : 192.168.1.234 (enter)

5. Isi User : admin
Password : admin
6. Setelah masuk ke radio (AP TP-Link), terdapat menu-menu
7. Antara lain
· Status,
· Basic Setting terdiri Network dan Wireless
· Advanced Setting terdiri dari DHCP dan Wireless Setting
· Maintenance terdiri dari System Tool.
8. Pertama anda klik Network pada basic setting kemudian isikan
Type : Static IP
IP Address : 192.168.1.234 ( Cetak tebal bisa anda ubah sesuai kebutuhan anda )
Subnetmask :255.255.255.0
Gateway : 192.168.1.254 ( Misal alamat itu adalah alamat Router atau Modem anda )
Kemudian Save.

9. Setelah itu anda masuk ke menu Wireless
Ganti SSID misal “HotSpotku”
Pilih Channel 11 atau Channel sesuai dengan kondisi daerah anda dan Mode 11Mpbs
atau anda bisa menggunakan automatically.
Pada Access Point = centang Enable SSID Broadcast.

10. Save
11. System Tools > Reboot
12. Tunggu booting beberapa saat.
13. Copot kabel UTP di computer tadi
14. Colokin ke sumber internet yang anda gunakan missal Speedy atau
ISP
15. Coba lakukan Search dengan Laptop/ PDA anda
SELAMAT MENCOBA, SEMOGA BERHASIL.........

sumber : https://caraaribelajar.wordpress.com/komputer/setting-hotspot-menggunakan-ap-tp-link-tl-wa601g/

Tuesday, December 15, 2015

NANDA DWI NUR FEBRIANI

DEFINISI KOMPUTER

Komputer adalah alat yang dipakai untuk mengolah data menurut prosedur yang telah dirumuskan. Kata computer pada awalnya dipergunakan untuk menggambarkan orang yang perkerjaannya melakukan perhitungan aritmatika, dengan atau tanpa alat bantu, tetapi arti kata ini kemudian dipindahkan kepada mesin itu sendiri. Asal mulanya, pengolahan informasi hampir eksklusif berhubungan dengan masalah aritmatika, tetapi komputer modern dipakai untuk banyak tugas yang tidak berhubungan dengan matematika.
Dalam arti seperti itu terdapat alat seperti slide rule, jenis kalkulator mekanik mulai dari abakus dan seterusnya, sampai semua komputer elektronik yang kontemporer. Istilah lebih baik yang cocok untuk arti luas seperti "komputer" adalah "yang mengolah informasi" atau "sistem pengolah informasi." Selama bertahun-tahun sudah ada beberapa arti yang berbeda dalam kata "komputer", dan beberapa kata yang berbeda tersebut sekarang disebut sebagai komputer.
Kata computer secara umum pernah dipergunakan untuk mendefiniskan orang yang melakukan perhitungan aritmatika, dengan atau tanpa mesin pembantu. Menurut Barnhart Concise Dictionary of Etymology, kata tersebut digunakan dalam bahasa Inggris pada tahun 1646 sebagai kata untuk "orang yang menghitung" kemudian menjelang 1897 juga digunakan sebagai "alat hitung mekanis". Selama Perang Dunia II kata tersebut menunjuk kepada para pekerja wanita Amerika Serikatdan Inggris yang pekerjaannya menghitung jalan artileri perang dengan mesin hitung.
Charles Babbage mendesain salah satu mesin hitung pertama yang disebut mesin analitikal. Selain itu, berbagai alat mesin sederhana seperti slide rule juga sudah dapat dikatakan sebagai komputer.


KLASIFIKASI KOMPUTER

Berdasarkan Jenis Data Yang Diolah
1. Komputer Analog, digunakan mengolah data secara kualitatif
Contoh : komputer penghitung aliran BBM dalam SPBU
2. Komputer Digital, digunakan mengolah data secara kuantitatif.
Contoh : Komputer yang kebanyakan kita kenal.
3. Komputer Hibrid, kombinasi dari analog dan digital.
Contoh : Facsimile

KLASIFIKASI KOMPUTER
Berdasarkan Ukuran
1. Komputer mikro, berukuran kecil, biasanya dipergunakan oleh satu orang.
Contoh : PC, Notebook, Palmtop, PDA, dll
2. Komputer Mini, berukuran lebih besar, biasa digunakan untuk kebutuhan pekerjaan yang lebih besar juga.
Contoh : komputer Alfa, dll
3. Supercomputer, merupakan komputer berkinerja amat tinggi, biasanya untuk memenuhi kebutuhan pemprosesan yang amat besar.
Contoh : Cray, DeepBlue, EarthSimulator, dll
  1. Mainframe, komputer dengan kemampuan processor sangat besar.
Berdasarkan Generasi
1. Generasi I, tahun 1946-1959, menggunakan tabung hampa
2. Generasi II, tahun 1959-1965, menggunakan transistor
3. Generasi III, tahun 1965-1970, menggunakan IC (Integrated Circuit)
4. Generasi IV, tahun 1970-sekarang, menggunakan VLSI (Very Large Scale IC)
Berdasarkan Tujuan Pembuatan
1. General Purpose, merupakan komputer yang dikembangkan untuk kebutuhan umum.
Contoh : PC, Notebook, dll
2. Special Purpose, komputer yang dikembangkan untuk kebutuhan khusus.
Contoh : komputer khusus untuk bermain catur.


Sistem Bilangan atau Number System adalah Suatu cara untuk mewakili besaran dari suatu item fisik. Sistem Bilangan menggunakan suatu bilangan dasar atau basis (base / radix) yang tertentu. Dalam hubungannya dengankomputer, ada 4 Jenis Sistem Bilangan yang dikenal yaitu :Desimal (Basis 10), Biner(Basis 2), Oktal (Basis 8) danHexadesimal (Basis 16). Berikut penjelesan mengenai 4 Sistem Bilangan ini :


1. Desimal (Basis 10)

Desimal (Basis 10) adalah Sistem Bilangan yang paling umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Sistem bilangan desimal menggunakan basis 10 dan menggunakan 10 macam simbol bilangan yaitu : 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8 dan 9. Sistem bilangan desimal dapat berupa integer desimal (decimal integer) dan dapat juga berupa pecahan desimal (decimal fraction).

Untuk melihat nilai bilangan desimal dapat digunakan perhitungan seperti berikut, misalkan contoh bilangan desimal adalah 8598. Ini dapat diartikan :

Dalam gambar diatas disebutkan Absolut Value dan Position Value. Setiap simbol dalam sistem bilangan desimal memiliki Absolut Value dan Position Value. Absolut value adalah Nilai Mutlak dari masing-masing digit bilangan. Sedangkan Position Value adalah Nilai Penimbang atau bobot dari masing-masing digit bilangan tergantung dari letak posisinya yaitu bernilai basis di pangkatkan dengan urutan posisinya. Untuk lebih jelasnya perhatikan tabel dibawah ini.

Dengan begitu maka bilangan desimal 8598 bisa diartikan sebagai berikut :
Sistem bilangan desimal juga bisa berupa pecahan desimal (decimal fraction), misalnya : 183,75 yang dapat diartikan :
2. Biner (Basis 2)

Biner (Basis 2)
 adalah Sistem Bilangan yang terdiri dari 2 simbol yaitu 0 dan 1. Bilangan Biner ini di populerkan oleh John Von Neumann. Contoh Bilangan Biner 1001, Ini dapat di artikan (Di konversi ke sistem bilangan desimal) menjadi sebagai berikut :
Position V
alue dalam sistem Bilangan Biner merupakan perpangkatan dari nilai 2 (basis), seperti pada tabel berikut ini :


Berarti, Bilangan Biner 1001 perhitungannya adalah sebagai berikut :


3. Oktal (Basis 8)
Oktal (Basis 8) adalah Sistem Bilangan yang terdiri dari 8 Simbol yaitu 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7.Contoh Oktal 1024, Ini dapat di artikan (Di konversikan ke sistem bilangan desimal) menjadi sebagai berikut :



Position Value dalam Sistem Bilangan Oktal merupakan perpangkatan dari nilai 8 (basis), seperti pada tabel berikut ini :



Berarti, Bilangan Oktal 1022 perhitungannya adalah sebagai berikut :



4. Hexadesimal (Basis 16)

Hexadesimal (Basis 16), Hexa berarti 6 dan Desimal berarti 10 adalah Sistem Bilangan yang terdiri dari 16 simbol yaitu 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, A(10), B(11), C(12), D(13), E(14), F(15). Pada Sistem Bilangan Hexadesimal memadukan 2 unsur yaitu angka dan huruf. Huruf Amewakili angka 10, B mewakili angka 11 dan seterusnya sampai Huruf F mewakili angka 15. 

Contoh Hexadesimal F3D4, Ini dapat di artikan (Di konversikan ke sistem bilangan desimal) menjadi sebagai berikut :




Position Value dalam Sistem Bilangan Hexadesimal merupakan perpangkatan dari nilai 16 (basis), seperti pada tabel berikut ini :



Berarti, Bilangan Hexadesimal F3DA perhitungannya adalah sebagai berikut :

GERBANG LOGIKA


Macam-Macam Gerbang Logika
Gerbang Dasar
1. AND
Gerbang AND adalah rangkaian elektronik yang mengeluarkan nilai voltase tinggi ( 1 ) jika semua
inputnya bernilai 1. Tanda titik ( . ) digunakan untuk menunjukkan operasi AND.
Contoh : Y = A . B = A AND B
Simbol
Konvensional IEC
Gambar 2.1 : Simbol Gerbang AND
Tabel 2.1 : Tabel Kebenaran Gerbang AND
A B Y = A AND B
0
1
0
1
Masukan Keluaran
0
0
1
1
0
0
0
1

2. OR
SISTEM KOMPUTER  - Gerbang Logika Dasar
Gerbang OR adalah rangkaian elektronik yang mengeluarkan nilai voltase tinggi ( 1 ) jika salah satu
imput-nya bernilai 1. Tanda ( + ) digunakan untuk menunjukkan operasi OR.
Contoh : Y = A + B = A OR B
 Konvensional IEC
Gambar 2.2 : Simbol Gerbang OR
Tabel 2.2 : Tabel Kebenaran Gerbang OR
A B Y = A OR B
0
1
0
1
Masukan Keluaran
0
0
1
1
0
1
1
1
3. NOT
Gerbang NOT adalah rangkaian elektronik yang menghasilkan keluaran bernilai kebalikan dari nilai
masukan. Dikenal juga sebagai inverter. Jika masukannya A maka keluarannya NOT A. Simbol yang
menunjukkan operasi NOT adalah “NOT”, “ ‘ “ atau “ ˉˉˉ ”. Contoh : Y = A’ =  A = NOT A
Konvensional IEC
Gambar 2.3 : Simbol Gerbang NOT
Tabel 2.3 : Tabel Kebenaran Gerbang NOT
Masukan Keluaran
A Y = NOT A
0
1
1
0
Gerbang Turunan
1. NAND (NOT AND)
Gerbang NAND aDalah rangkaian elektronik yang menggabungkan gerbang AND diikuti gerbang
NOT. Pada dasarnya gerbang NAND merupakan kebalikan dari gerbang AND. Lingkaran kecil pada
sisi keluaran gerbang NAND menunjukkan logika inverse (NOT). Keluaran gerbang NAND adalah
tinggi (1) jika salah satu masukannya bernilai 0. Contoh : Y = A . B = A NAND B
Konvensional IEC
SISTEM KOMPUTER  - Gerbang Logika Dasar
Gambar 2.4 : Simbol Gerbang NAND
Tabel 2.4 : Tabel Kebenaran Gerbang NAND
A B Y = A NAND B
0
1
0
1
Masukan Keluaran
0
0
1
1
1
1
1
0
2. NOR
Gerbang NOR adalah rangkaian elektronik yang menggabungkan gerbang OR dan diikuti gerbang
NOT. Pada dasarnya gerbang NOR merupakan kebalikan dari gerbang OR. Lingkaran kecil pada sisi
keluaran gerbang NOR menunjukkan logika inverse (NOT). Keluaran gerbang NOR adalah rendah
(0) jika salah satu masukannya bernilai 1. Contoh : Y = A NOR B
Konvensional IEC
Tabel 2.5 : Tabel Kebenaran Gerbang NOR
Tabel 2.5 : Tabel Kebenaran Gerbang NOR
A B Y = A NOR B
0
1
0
1
Masukan Keluaran
0
0
1
1
1
0
0
0
3. XOR
Gerbang XOR adalah rangkaian elektronik yang mengeluarkan nilai tinggi (1) jika salah satu, tapi
tidak keduanya, masukannya bernilai 1. Keluaran gerbang XOR akan bernilai 1 jika
masukannya berbeda. Simbol    digunakan untuk menunjukkan operasi Exclusive  OR.
Contoh : Y = A B = A Exclusive  OR B.
gerbang XOR sebagai berikut : Y = A B = A’ . B A . B’
+O
+O
Gerbang XOR adalah gabungan dari beberapa gerbang dasar. Logika proses
+O
SISTEM KOMPUTER  - Gerbang Logika Dasar
Konvensional IEC
Tabel 2.6 : Tabel Kebenaran Gerbang XOR
Tabel 2.6 : Tabel Kebenaran Gerbang XOR
A B Y = A XOR B
0
1
0
1
Masukan Keluaran
0
0
1
1
0
1
1
0
4. XNOR
Gerbang XNOR adalah rangkaian elektronik yang mengeluarkan nilai rendah (0) jika salah satu, tapi
tidak keduanya, masukannya bernilai 1. Gerbang XNOR merupakan kebalikan dari gerbang XOR.
Nilai keluarannya akan sama dengan 1 jika nilai masukannya sama. Kebalikan dari gerbang XOR.
Contoh :
Gerbang XNOR adalah gabungan dari beberapa gerbang dasar. Logika proses gerbang XNOR
adalah sebagai berikut :
 Y = A XNOR B = A B.
+O
+O
Y = A  B = A’ . B’ + A . B.
A
Y
B
Konvensional IEC
SISTEM KOMPUTER  - Gerbang Logika Dasar
Tabel 2.7 : Tabel Kebenaran Gerbang XNOR
Tabel 2.7 : Tabel Kebenaran Gerbang XNOR
Masukan Keluaran
A B Y = A XNOR B
0
1
0
1
0
0
1
1
1
0
0
1